Menjadi Cowok yang Doyan Belanja Alias Shopaholic, Kenapa Enggak?

Menjadi cowok yang doyan belanja - Shopaholic, itulah sebutan yang cocok buat mereka yang ketagihan berbelanja. Biasanya, istilah tersebut melekat sama cewek-cewek yang memang cenderung doyan berbelanja. Tapi, ternyata enggak hanya cewek saja loh yang doyan dan ketagihan belanja. Ternyata cowok juga bisa ketagihan belanja.

Menjadi cowok yang doyan belanja
Enggak ada salahnya menjadi cowok yang doyan belanja via dreamstime.com

Memang sih, cowok enggak sering kelihatan doyan belanja ketimbang cewek. Tapi, sekalinya dia belanja, enggak tanggung-tanggung, mereka membeli barang mewah dan harganya pun lumayan mahal. Padahal, mereka belum tahu kalau barang yang dibeli itu memang barang yang dibutuhkan atau hanya mengikuti hawa nafsu saja.

Memang enggak ada salahnya kok seorang cowok memiliki hobi berbelanja. Penelitian dari University of Pennsylvania menunjukkan, cowok dengan kadar hormon testosteron yang tinggi lebih senang memberi barang-barang mewah seperti mobil dan jam tangan mahal.

Penelitian itu menyatakan, kalau daya tarik terhadap produk yang bermerk ketimbang produk yang lebih murah itu terdapat dalam supremasi biologis para cowok. Jadi, wajar saja kalau cowok suka membeli barang-barang yang harganya mahal.

Berdasarkan penelitian lainnya yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Communications itu, hormon seks cowok bisa mempengaruhi perilaku cowok dalam berbelanja. Menurut si penulis studi yang bernama Gideon Nave, kemungkinan ini dikarenakan hormon testosteron memainkan peran dalam perilaku yang berhubungan dengan peringkat sosial (pada hewan), dan mempunyai produk status adalah strategi untuk memberi sinyal peringkat seseorang dalam hierarki sosial manusia.

Pernah dilakukan sebuah penelitian tentang hubungan antara testoteron dengan pola perilaku cowok, dengan melibatkan 243 cowok berusia antara 18 sampai 55 tahun. Pada awalnya, mereka diberikan sebuah gel untuk diaplikasikan ke tubuh mereka. Beberapa gel itu berisi testosteron dan sebaagian lain cuma plasebo (enggak mengandung unsur apa pun).

Kemudian, setiap partisipan diberikan logo barang-barang mewah dan barang-barang yang biasa. Mereka diminta untuk memilih preferensi mereka. Beberapa barang dari label yang berbeda itu kurang lebih mempunyai kualitas yang sama.

Dan ternyata hasilnya, peserta yang menggunakan gel testosteron cenderung memilih barang-barang mewah.

Di eksperimen yang kedua, cowok-cowok itu disajikan berbagai produk, mulai dari kaca mata hitam sampai mesin kopi. Produk itu dipasarkan dengan label barang mewah. Dan ternyata, cowok yang menerima gel testosteron bereaksi positif terhadap barang-barang yang digambarkan tersebut dibandingkan dengan cowok yang menerima plasebo.

Para peneliti lalu menyimpulkan peningkatan testosteron menyebabkan terjadinya peningkatan keinginan para cowok buat mempromosikan status sosial melalui barang-barang mewah.

Jadi, kalau kamu punya kecenderungan sama barang mewah, itu wajar-wajar saja. Tapi, sesuaikan juga dengan budget yang kamu punya, ya. Soalnya, kalau kamu tetap memaksakan buat membeli barang mewah dan mahal tapi budget terbatas, lebih baik beli yang biasa-biasa saja.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel