Merekrut Pegawai atau Karyawan untuk Memegang Keuangan Usaha Bisnismu? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

Advertisement

Baca Juga


Advertisement

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis - Menjalankan usaha bisnis tentunya tidak semudah yang kamu bayangkan. Kesuksesan bisnis yang kamu jalani itu tergantung sama bagaimana kamu mengelolanya. Kalau kamu pandai mengelolanya, maka bisnis kamu akan terus berjalan dan semakin berkembang.

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Keuangan adalah hal yang sensitif via laptuoso.com

Merekrut karyawan atau pegawai adalah salah satu upaya untuk menjalani bisnis. Kamu tentunya akan kerepotan kalau hanya menjalani usaha bisnis sendirian. Bahkan kamu tak bisa ada waktu untuk terus berada di tempat usaha kamu, karena ada kesibukan lain. Jadi, kamu akan membutuhkan pegawai atau karyawan. Apalagi, kamu membutuhkan orang untuk mengurusi keuangan seperti laporan pemasukan dan pengeluaran.

Memang, keuangan adalah sesuatu hal yang sensitif. Kamu tidak bisa sembarangan merekrut orang untuk mengurusi keuangan kamu. Siapa tahu orang tersebut berbuat kecurangan yang justru akan merugikan usaha kamu. Apalagi kamu sebagai owner tak ada di tempat. Pilihan yang tepat adalah mungkin kamu memilih dari sanak famili yang memang terpercaya untuk melakukannya. Tapi, biasanya kalau mengangkat sanak famili sebagai karyawan membuat kesenjangan dalam keluarga. Bisa saja kan masalah akan muncul dan malah membuat ikatan saudara menjadi renggang.

Untuk itu, dibutuhkanlah orang lain. Beberapa perusahaan besar melakukan hal-hal berikut dalam merekrut pegawai atau karyawan untuk mengurus masalah keuangan. Kamu juga bisa menerapkannya meskipun usaha kamu masih terbilang kecil. Berikut penjelasannya.


1. Selektif dalam merekrut karyawan atau pegawai

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Kamu harus selektif via lifehacker.com.au

Karena yang akan diisi adalah posisi untuk mengurus keuangan, maka kamu harus selektif terhadap orang-orang yang melamar. Jangan sampai kamu salah memilih orang yang akhirnya tidak bisa dipercaya dan akhirnya membuat usaha kamu merugi. Pilihlah orang yang memang berkompeten dalam hal keuangan, kalau bisa yang sudah berpengalaman dan belum ada masalah dalam pekerjaan.


2. Membuat kontrak kerja di atas materai

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Kontrak kerja yang mengikat kedua belah pihak via employmentrightsireland.com 

Perusahaan manapun akan selalu membuat kontrak kerja ketika merekrut karyawan atau pegawai baru, apapun posisinya. Nah, kamu juga bisa menerapkannya saat merekrut orang untuk mengurusi keuangan. Fungsinya kontrak kerja ini bisa mengikat kedua belah pihak. Aalagi berada di atas materai, hukumnya kuat. Jadi, jika ada pihak yang melanggar peraturan yang tertulis di kontrak, akan terkena sanksi.


3. Peraturan dan sanksi yang jelas

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Ada sanksi tegas via 123rf.com

Ada kalanya dalam pelaksanaannya, ada hal-hal yang belum tertulis di kontrak kerja. Jadi, selain kontrak kerja, kamu juga harus membuat peraturan dan sanksi yang jelas. Jadi, karyawan kamu tidak berani berbuat curang. Jika ada yang berbuat curang, maka kamu bisa menindaklanjutinya.


4. Memasang CCTV

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
CCTV berguna memonitor semua aktivitas via mode.com.gr

Jika karyawan atau pegawai kamu melakukan kecurangan yang lebih lihai lagi, ada bagusnya kamu memasang CCTV supaya bisa memantau aktivitas siapapun, baik itu karyawan kamu ataupun customer. CCTV ini sangat membantu kamu kalau kamu memang tidak sempat untuk mengawasi langsung tempat usaha kamu.


5. Membuat sistem keuangan yang ketat

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Sistem keuangan tetap harus kamu buat sistem seketat mungkin via telegraph.co.uk

Ada kalanya juga karyawan kamu bisa berakting di depan CCTV, tapi ternyata justru berbuat curang. Seperti memanipulasi struk atau nota kasir. Nah, kamu harus lebih canggih dalam menerapkan sistem keuangan ini. Jadi, kamu harus membuat sistem keuangan yang hanya bisa diakses oleh kamu, sedangkan karyawan hanya bisa menangani pemasukan dan pengeluaran saja. Jadi, dia tidak bisa memanipulasi data yang sudah masuk. Karena itu, kamu butuh komputer dan software yang bisa kamu pakai untuk laporan keuangan.


6. Rutin memeriksa laporan keuangan

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Rutinlah memeriksa laporan via businessfinancialconsulting.com

Nah, sesibuk-sibuknya kamu, seharusnya kamu rutin memeriksa keuangan. Kalau bisa, setiap hari kamu harus mengecek. Kamu lihat apakah ada kesesuaian data atau tidak, apakah stok barang yang berkurang sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran, dan lain-lain. Jadi, luangkanlah waktumu untuk mengecek keuangan setiap hari. Namun, kamu juga jangan memiliki jadwal yang rutin, nantinya karyawan kamu hapal dengan jadwal kamu, dan tahu kapan harus memanipulasi sebelum kamu datang. Jadi, datangnya tidak tentu namun setiap hari. Istilahnya adalah sidak (ekspensi mendadak) rutin.


7. Ada pengawasan dari orang terpercaya

Merekrut karyawan untuk keuangan usaha bisnis
Pilihlah yang bisa kamu percayai via talenetic.com

Kalau memang dengan semua yang dijelaskan di atas itu masih saja terjadi kecurangan, tentunya kamu akan mengeluarkan karyawan itu. Nah, untuk mengantisipasi terjadi lagi hal yang sama, kamu memang harus mengawasi langsung tempat usaha kamu. Kalau kamu memang tidak punya waktu dan ada kesibukan lain, mau tidak mau kamu harus menempatkan orang terpercaya lainnya untuk mengawasi. Bisa dari saudara, keluarga dekat, atau teman yang memang sudah lama kamu kenal dan dipercaya. Jadi, keuangan usaha kamu tidak bisa dicurangi lagi.


Itulah beberapa yang harus kamu lakukan kalau merekrut karyawan atau pegawai untuk mengurusi keuangan usaha bisnis kamu. Masalah uang memang sangat sensitif, jika kamu tidak waspada atau berhati-hati dalam mengelolanya, maka usaha bisnis kamu akan semakin menurun. Yang ada malah merugi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Menarik Lainnya

« Next
Prev Post
Previous »
Next Post

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan artikel, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.

Pasang Iklan