Waspadai Situs Hoax! Inilah Cara Untuk Mengetahuinya

Cara mengetahui situs hoax - Sekarang ini sudah banyak bertebaran situs di internet. Tapi, di antara semua situs tersebut, tahukah kamu yang mana situs yang resmi dan yang bukan alias hoax? Situs-situs hoax atau semacam scam yang sudah banyak ini sangat berbahaya. Mereka bertujuan menipu para pengguna internet dengan cara mencuri uang, mencuri informasi pribadi, mempengaruhi pandangan politik, dan lain-lain.

Cara mengetahui situs hoax
Waspadai situs hoax via vulcanpost.com

Maraknya situs-situs hoax yang bermunculan karena tools untuk membuat situs web tersubut sudah tersedia lengkap dan sangat mudah digunakan. Misalnya, ada sebuah layanan yang meniru tampilan sebuah situs hanya dengan memasukkan nama domain situs yang ingin ditiru. Sangat mudah, bukan?

Ada kesamaan antara situs-situs hoax dan scam yang ada di internet. Para pembuatnya itu rata-rata mengandalkan social engineering untuk menipu pengguna. Social engineeringberarti memanipulasi pengguna agar menyangka bahwa situs web hoax atau scan yang mereka kunjungi itu benar-benar merupakan situs resmi, sehingga mereka terpancing mengikuti jebakan atau phising. Hal seperti ini bisa merugikan para pengguna internet. Baca juga cara mengetahui berita hoax di internet.

Manipulasi yang dilakukan lewat tampilan yang dibuat mirip situs resmi pun macam-macam bentuknya. Situs scam misalnya, mereka bisa mengatasnamakan bank tertentu dan meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang.

Karena itu, supaya kamu tidak tertipu oleh situs-situs hoax atau scam semacam ini, kamu perlu mengetahui ciri-cirinya. Apa sajakah itu? Mari kita simak penjelasannya berikut.


1. Cek nama domain

Cara mengetahui situs hoax
Periksa apakah nama domainnya aneh atau tidak via idwebhost.com

Cara yang paling mudah untuk mengetahui situs tersebut resmi atau tidak adalah dengan melihat nama domainnya. Situs-situs resmi pastinya akan menggunakan domain yang sesuai dengan nama perusahaan atau jasanya. Tidak ada embel-embel lain di domain tersebut. Jadi, apabila menggunakan domain umum seperti Blogspot, maka kebenarannya diragukan.

Banyak orang yang tidak paham bahwa Blogspot itu domain blog, bukan situs resmi. Siapa saja pasti bisa membuatnya. Situs seperti bank misalnya, tidak mungkin mereka membuat situs lain yang memakai nama domain lain seperti Blogspot untuk promosinya.

Domain .id relatif lebih aman karena pemiliknya harus mendaftarkan diri dengan memakai kartu identitas dan alamat asli. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan ada juga situs-situs palsu yang memanfaatkannya, mengingat Blogspot juga kini telah menggunakan domain .co.id.


2. Cek informasi kontak

Cara mengetahui situs hoax
Apakah ada informasi kontaknya atau tidak via worleyco.com

Situs-situs resmi biasanya selalu mencantumkan informasi kontak untuk menghubungi pengelola situs yang bersangkutan. Situs yang tanpa kontak bisa dianggap tidak dapat dipercaya, apa pun itu isinya.

Kalaupun memang dicantumkan, masih ada kemungkinan pengelolanya memberikan nomor telepon, e-mail, atau alamat palsu. Jadi, kalau mau agak ribet, coba saja kamu telepon nomor yang tertera, apakah benar dia pemiliknya atau bukan. Kalau bukan, sudah pasti itu merupakan situs hoax.


3. Cek "Whois"

Cara mengetahui situs hoax
Periksa siapa di balik pengelola situs tersebut via hackeroyale.com

Whois atau dibaca 'who is' adalah semacam tools yang bisa kamu gunakan untuk memperoleh informasi mengenai pengelola di balik sebuah domain situs. Tools whois banyak tersedia di internet. Misalnya, melalui domaintools.com dan whois.net.

Melalui tools ini, kamu bisa mengetahui apakah situs tersebut memang dijalankan oleh pemilik resminya atau tidak. Kalau sebuah situs tidak menampilkan identitas lengkap pengelola alias di-protect, maka situs tersebut bisa dibilang meragukan. Loh, mengapa? Bukannya bahaya kalau tidak di-protect identitasnya? Memang sih, tapi buat apa disembunyikan kalau memang tidak ada tujuan tertentu? Kalau tidak ada maksud apa-apa ya tunjukkan saja identitasnya supaya situsnya lebih terpercaya.

Bagi situs yang mengharuskan kamu sebagai pengguna untuk memasukkan data username dan password, semisal e-commerce atau toko onliene, sangat disarankan untuk kamu periksa apakah situs tersebut menggunakan enkripsi SSL atau tidak. Hal ini bisa kamu lihat dari prefix "HTTPS" yang menandakan bahwa enkripsinya aktif. Kalau tidak ada, maka data yang kamu input tidak aman.


4. Cek daftar situs terverifikasi

Cara mengetahui situs hoax
Periksa apakah situs sudah terverifikasi atau tidak via 4siteproperty.com

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyediakan layanan registrasi untuk para Penyelenggara Sistem Elektronik (termasuk website) di Indonesia yang bisa dikunjungi di alamat pse.kominfo.go.id. Di dalamnya terdapat daftar situs-situs resmi di Indonesia yang teregistrasi dan terverifikasi identitas pemiliknya. Namun, jumlahnya masih relatif terbatas di kisaran ratusan situs.

Khusus untuk kategori e-commerce atau toko online, kamu bisa mengunjungi situs PolisiOnline.com untuk mengetahui bahwa situs tersebut terpercaya atau tidak. Di sini bisa ditemukan daftar situs resmi yang sudah teruji kebenarannya lewat sejumlah langkah verifikasi. Ada juga daftar situs-situs yang terindikasi melakukan penipuan. Jadi, kamu bisa menghindari penipuan belanja online.


Itulah beberapa cara untuk mengetahui situs-situs hoax atau tidak. Jadi, kamu harus berhati-hati dalam berinternet, ya. Sebab kalau tidak, kamu yang akan dirugikan sendiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel